Kisah Nabi Idris

Nabi Idris lahir di Babilonia. Ayahnya Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syis bin Adam. Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam. Idris berguru pada Syis. Sejak remaja ia sudah mahir berburu. Kemudian ia dikenal sebagai seorang yang gagah berani. Idris memiliki berbagai keterampilan. Dia orang yang cekatan. Tangannyamenghasilkan beberapa kerajinan. Dia mahir menjahit pakaian. Idris sangat pintar dan berakhlak mulia. Allah pun mengangkatnya menjadi seorang nabi.

Tugas mulia itu diembannya dengan penuh tanggung jawab. Ia berdakwah kepada kaumnya yang merupakan keturunan Qabil. Dalam Al-Qur’an terdapat dua ayat tentang Nabi Idris, yaitu surah Maryam ayat 56 dan 57, “Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris tersebut di dalam Al_Qur’an . sesungguhnya ia seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” Allah mengutus Nabi Idris pada kaum yang sesat, yaitu kaum yang menyembah api. Nabi Idris tidak tinggal diam.

Nabi Idris member penjelasan kepada mereka tentang kebodohan mereka menyembah api. Nabi Idris mengajak mereka untuk menyembah Allah. Akhirnya, satu persatu kaumnya mulai sadar. Kemudian memeluk ajaran tauhid. Mereka meyakini dan mengimani Allah. Pengikut Nabi Idris bertambah. Iman mereka juga kuat. Tapi orang-orang yang sesat jauh lebih besar jumlahnya. Kesesatan mereka juga menjadi-jadi. Cukup lama Nabi Idris berdakwah, namun kaumnya masih saja durhaka. Sebagian besar tetap menyembah api dan berbuat kejahatan.

Ancaman azab tak membuat mereka sadar. Kemudian Allah mengazab kaum yang durhaka. Mereka disiksa dengan musim panceklik berkepanjangan. Tak ada lagi hujan dari langit. Cuaca sangat panas. Akibatnya lahan pertanian jadi kering. Tak ada tumbuhan yang hidup. Sumur-sumur kering dan tanah retak-retak. Hewan ternak mati bergelimpangan. Lain halnya dengan Nabi Idris dan pengikutnya, mereka mendapatkan kehidupan baru yang bahagia. Allah member mereka negeri yang subur. Nabi Idris dan pengikutnya sangat bersyukur.

Suatu hari Nabi Idris kedatangan tamu istimewa. Ia adalah malaikat Izrail yang berupa menjadi lelaki tampan. Setelah bermalam di rumah Nabi Idris, Malaikat Izrail mengajak Nabi Idris bertamasya ke surga dan neraka. Ketika Nabi Idris melihat neraka, ia kaget dan takut, dan berharap dirinya dan umatnya tidak masuk ke dalamnya. Dan ketika melihat surga, Nabi Idris juga karena keindahannya. Kemudian Nabi Idris wafat. Ia dibawa malaikat ke derajat yang tinggi. Nabi Idris berada di tempat yang mulia.

Source: Al-Qur’anul Karim Dengan Tajwid Blok Warna Disertai Terjemah Kata Per Kata Plus Ensiklomini Anak Saleh, Penerbit Lestari Books

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: