Kisah Nabi Nuh

Nabi Nuh diyakini sebagai keturunan ke-10 Nabi Adam dan berasal dari wilayah Armenia. Kawasan ini berada di antara Iran, Turki dan Azerbaijan, serta di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, Asia Barat. Nabi Nuh adalah Nabi dan Rasul Allah swt yang diutus untuk menyadarkan umatnya yang durhaka, dan menyekutukan Allah swt. Pada zaman Nabi Nuh, banyak manusia yang berpaling dari Allah swt. Mereka lebih suka menyembah patung-patung berhala.

Sebelumnya, diceritakan bahwasanya sepeninggal Nabi Idris, ada lima orang yang sangat saleh. Mereka sangat disenangi masyarakat. Hingga setelah kelima orang tersebut wafat, masyarakat membuatkan patung mereka dan di letakkan di alun-alun. Namun, lambat laun kaum tersebut menyembah patung tersebut, karena dianggap membawa manfaat. Nama-nama patung itu; Wadd, Suwa’, Yaguth, Ya’uq, dan Nasr. Rupanya kaum tersebut telah berpaling dari menyembah Allah kepada berhala-berhala tersebut.

Dengan sekuat tenaga, Nabi Nuh menyadarkan mereka. Tetapi, mereka tidak mau menerima ajakan baik Nabi Nuh. Yang terjadi adalah Nabi Nuh dilecehkan, dihina, dicaci dan ditertawakan. Setiap kali Nabi Nuh menyampaikan peringatan dari Allah swt, mereka pura-pura tidak mendengar. Mereka menutup telinga rapat-rapat. Bahkan, mereka tidak segan-segan menantang Allah swt dengan meminta janji datangnya azab Allah swt. Selama 950 tahun, Nabi Nuh berjuang menyerukan kepada kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu menyembah Allah swt.

Tapi hanya segelintir orang yang mau mendengarkan seruan Nabi Nuh. Bahkan, istri dan anaknya yang bernama Kan’an mendustakannya. Nabi Nuh pun merasa lelah untuk menyadarkan kaumnya. Lalu, ia meminta kepada Allah swt untuk menurunkan azab-Nya kepada mereka. Allah kemudian menyuruhnya membuat sebuah kapal besar, namun, apa yang dikatakan kaumnya yang durhaka? :Wahai Nuh, apakah kamu sudah gila. Membuat kapal di atas gunung dan di musim panas,” kata salah seorang kaumnya.

Bahkan, ketika kapal dalam proses pembuatan, di antara kaumnya yang kafir itu membuang kotoran ke dalamnya. Sampai akhirnya kapal itu selesai dibuat.

Allah pun memerintahkan Nabi Nuh untuk mengajak pengikutnya ke dalam kapal itu, Allah juga menyuruh Nabi Nuh membawa seluruh jenis hewan secara berpasang-pasangan. Maka, Allah menurunkan air bah (banjir) hingga kaum Nabi Nuh yang membangkang tenggelam, termasuk istri dan anaknya. Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah swt dan Nabi Nuh yang diselamatkan.

 

Source: Al-Qur’anul Karim Dengan Tajwid Blok Warna Disertai Terjemah Kata Per Kata Plus Ensiklomini Anak Saleh, Penerbit Lestari Books

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: