Kisah Khalifah Abu Bakar As-Siddiq

Setelah Rasulullah saw wafat, Abu Bakar terpilih sebagai pemimpin umat islam. Sebagai pemimpin umat islam, Abu Bakar disebut khalifah.

Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Masa yang singkat ini dihabiskan untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri. Banyak pihak yang membangkang. Mereka membuat kekacauan dan keributan. Ada yang murtad, kembali menyembah berhala. Sebagia lagi menolak membayar zakat. Bahkan ada yang mengaku sebagai nabi baru.

Akhirnya, Kalifah Abu Bakar memutuskan memerangi mereka. Perang ini disebut perang Riddah. Musuh-musuh berhasil ditumpas. Perang menumpas orang murtad dan nabi palsu menelan korban.

Adanya peperangan menyebabkan sekitar 70 orang penghafal Al-Qur’an mati syahid. Padahal ketika itu Al-Qur’an masih dicatat terpisah-pisah. Abu Bakar pun memutuskan untuk membuat tim yang bertugas mengumpulkan Al-Qur’an. Keputusan ini diambil berkat usulan Umar bin Khattab. Sebagian dicatat di pelepah kurma, dan ada yang dicatat di daun atau tulang. Semuanya dihimpun jadi satu. Kemudian disimpan di tempat yanga aman.

Setelah menyelesaikan persoalan dalam negeri, Abu Bakar mengirim pasukannya untuk berdakwah di bawah pimpinan Khalid bin Walid, hingga agama Islam menyebar sampai Irak dan Syiria. Abu Bakar wafat di Madinah pada usia 63 tahun.

Source: Al-Qur’anul Karim Dengan Tajwid Blok Warna Disertai Terjemah Kata Per Kata Plus Ensiklomini Anak Saleh, Penerbit Lestari Books

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: